Drama Kontes Antar Rayon

 

DRAMA KONTES ANTAR RAYON

DI PONDOK PESANTREN AL-AMANAH AL-GONTORY

Pondok Aren, Tangerang selatan, suatu acara yang tiap tahunnya diadakan untuk menambah dan mengembangkan bahasa santri pondok pesantren Al-Amanah Al-Gontory dengan 2 gaya bahasa keseharian yaitu bahasa arab dan bahsa inggris, Sabtu (23/2/2019) malam. banyak santri yang antusias dalam menyaksikan acara ini. disamping untuk menguak salah satu tokoh yang sangat berperan penting dalam penyebaran agama islam di jagad nusantara, ada juga peran para pemain yang berlatih setiap harinya untuk menyajikan suatu kisah yang apik dan enak di lihat. bukan hanya dalam segi penampilan saja, tetapi dalam segi bahasa, mimik wajah yang menggambarkan suatu tokoh yang diperankan, serta  kostum dan properti yang menambahkan suasana yang hidup untuk lebih membawa para audience masuk dalam memahami alur cerita.

acara ini di panitiai oleh kelas 5 Tarbiyyatul mu’allimin al-islamiyah di bawah bimbingan Ustadz faisal ahmad badawi dengan mengusung tema

jadilah apa yang kau inginkan dan jangan  jadikan apa yang dia inginkan kita harus percaya diri dan optimis kepada diri sendiri bahwasanya kita bisa

Salah satu dewan Guru Senior  yang hadir dalam meyaksikan acara ini mengatakan “adanya peningkatan dari tahun-tahun kemarin seperti sekarang ini, yang pastinya kemewahan bukan dari materiil saja tetapi dari kreatifitas para santri dan itulah yang harus kita banggakan,”

Sebanyak 8 rayon yang mengikuti kompetisi dengan tema mereka masing-masing yang telah diringkas dengan secara apik diantaranya ada yang membawakan dengan judul “Raden Mas Syahid atau biasa dikenal dengan sebutan Sunan Kali Jaga” yang disambut dengan sorakan ratusan santri yang menahbah keseruan acara. dibawah sutradara bayu aji, siswa kelas 4 TMI ini sebagai pembuka acara, pastinya sangatlah gugup  bagi para santri yang memerankannya apalagi yang memerankan adalah mereka yang baru duduk di kelas 1 TMI.

“saya merasa agak gugup dan bangga karena di tahun ini saya belajar menjadi peran antagonis yang mana berbeda dari karakter yang saya miliki, disamping pengalaman mengajar dalam ber-acting saya pun juga belajar untuk bisa memanage waktu, memilah beberapa peralatan yang akan dijadikan properties dalam cerita dan masih banyak lagi pokoknya ,” kata ainurrajib dan salah satu temanya yg menjadi pembimbing sekaligus pemeran utama di cerita ini.

beberapa santri pun ada yang berpendapat bahwa acara ini sangatlah bagus untuk mengetahui sejarah, menambah pengalaman dan kosa kata, dan mental bagi yang tadinya pemalu mejadi berani mungkin bisa dibilang menghilangkaan demam panggung. berkat dorongan dan motivasi beberapa aspek yang mempengaruhi alhamdulillah acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

dikutip pada hari sabtu malam, 23 februari 2019

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *